Showing posts with label words. Show all posts
Showing posts with label words. Show all posts

Wednesday, April 4, 2012

Sulit

Ketika ekspektasi terlalu tinggi
Ketika kenyataan terlalu kejam
Ketika rahasia tak dapat diucapkan
Ketika kepercayaan tak ada harganya

Sulit untuk selalu menyunggingkan senyum
Di kala kamu berusaha untuk membendung air mata
Sulit untuk berlagak pura-pura tidak tahu
Di kala sekelilingmu selalu berbisik keras di belakangmu

Mengangkat lalu menjatuhkan seseorang secara tiba-tiba
Sesungguhnya sangatlah jahat, kawan

Wednesday, February 1, 2012

Current Obsessions

Mayer Hawthorne

Lagi tergila-gila dengerin lagu-lagunya Mayer Hawthorne. Dan dia bakalan manggung di Java Jazz Festival tahun ini. Pengen banget nonton, apalagi dia manggung di hari yang sama kayak Mama's Gun juga, tapi sayangnya udah masuk kuliah deh kayaknya. Coba dengerin Just Ain't Gonna Work Out; Maybe So, Maybe No; The Walk.

Pink Martini
These 12 people are AWESOME! Sangat easy listening. Sebenernya udah pernah denger beberapa lagunya mereka sih, tapi waktu tadi liat youtube, banyak banget lagu mereka yang enak ternyata. Symphatique; Hang On Little Tomato; Clementine are worth to listen.

The Muppets
One of the best movie ever! Lucu sekali pokoknya >< Walaupun gitu cukup heran di bioskop banyak banget kursi kosong pas nonton The Muppets, padahal itu weekend :| Bahkan aku berencana untuk menonton lagi film ini di bioskop ><

Asymmetric Skirt
Akhir-akhir ini jarang beli baju karena nggak nemu yang cocok modelnya. Malah lebih sering belanja lewat online shop sekarang hehe. Mungkin outfit yang paling pengen punya ya ini, asymmetric skirt kayak punya ZARA. Tapi belum nemu hiks.

BEACH
Haaaaa udah berapa lama ngidam mau ke pantai nggak kesampaian sampe sekarang. Nggak usah jauh-jauh, Bali aja udah cukup kok :" Sayangnya waktunya nggak ada, penuh sama jadwal liburan yang lain dan mepet sama mau masuk ke semester 4 :| Semoga aja bisa memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan biar bisa liat pantai.

Feb

It's February now! Ya, Februari yang identik dengan bulan penuh cinta karena ada hari Valentine. Tapi buat saya, setiap hari penuh cinta :"> Lagipula fase aku ngerayain valentine cuma sampai saya SMP, itu pun tuker-tukeran coklat Cadbury edisi khusus valentine yang biasanya dikasih bungkus kertas karton gambar sapi yang pakai pita. Menginjak SMA nggak pernah ngerayain karena setiap tanggal 14 Februari selalu diberi selebaran dari SKI (Kerohanian Islam) bahwa ngerayain valentine, bahkan untuk ngucapin aja haram. Jadinya sampai sekarang, aku nggak pernah ngerayain valentine dengan hal-hal yang romantis ala chick flick.

Jadi, semua nilai di semester 3 ini sudah keluar semua dan alhamdulillah hampir semua matkul nilainya B ke atas, kecuali biokimia paket 3 yang dapet BC. Awalnya agak males ikut semester pendek karena naikin nilai dari BC ke B efeknya cuma 0,02 aja ke IP. Akhirnya dengan berat hati mendaftar SP dan ketika lihat jadwal SP...... tanggal ujian sama persis kayak tanggal pergi liburan. Liburan yang udah dinantikan sebulan terakhir, tiket, hotel, semuanya udah fix ternyata..... berantakan. Pada akhirnya setelah melalui diskusi sama mama, diputuskan bahwa aku berangkat tanggal 10 sore; mama, papa, adek tanggal 9. Sedih banget rasanya, serius. Sampe sekarang masih agak nyesek sih benernya. Tapi biar gimana pun, urusan akademik harus selalu nomer 1 :')

Seenggaknya minggu lalu sudah pergi ke Solo, walaupun cuma semalam. Dan tanggal 20 nanti akan liburan ke Bandung sama Phew dan Ste :D Lumyanlah, semoga bisa mengobati kekecewaan saat liburan tanggal 10 nanti yang kurang. Dan setelah itu ada.... Yudisium. Jadi, yudisium itu semacam penentuan buat kita apa kita bisa lanjut ke sub program selanjutnya atau harus mengulang lagi. Dan kita bisa tahu IP pertama kita. Target nggak muluk-muluk sih, bisa menyentuh angka 3 aja udah sujud syukur. Buat yang nggak sengaja baca blog ini, doakan aku dan teman-teman ya biar bisa lulus bersama dan tercapai cita-cita kami jadi dokter yang baik. Aamiin o:)

Saturday, December 10, 2011

Major Dilemma

Menikmati malam minggu yang sendu ini dengan menonton America's Next Top Model All Stars, buku-buku faal yang berserakan, dan laptop yang terbuka, sangat menggoda untuk dimainkan. Padahal besok Senin masih ada tanggungan ujian perbaikan faal. Tapi rasanya membuka buku itu beraaaaaaaat sekali :|

Sekalian cerita sedikit ya. Minggu lalu bisa dibilang minggu yang cukup berat. Diawali dengan ujian faal di hari Senin, lalu diikuti dengan ujian PBL dan biokimia. Sejujurnya, mata kuliah yang paling banyak aku pelajari itu faal. Dan ternyata.... hasilnya menunjukkan wajib ikut ujian perbaikan. Awalnya aku biasa aja sih, karena memang soalnya susah. Tapi setelah cerita ke mama, baru terasa betapa kecewanya hati ini #eaa

Nah, di sinilah dilema itu muncul. Pada intinya, mama bilang, aku harus dapet IP minimal 3. Kalau nilaiku kayak gini terus, gimana mau nerusin jadi spesialis. Jadi aku harus lakukan apapun buat dapetin nilai bagus. Termasuk, ehem, cheating. Seperti yang dilakukan beberapa anak. Masalahnya, aku nggak biasa gitu. Aku selalu, selalu merasa bersalah kalau melakukan hal itu. Pada akhirnya, dalam pembicaraanku dengan mama di malam itu, aku menangis 2 jam nonstop.

Gara-gara itu, keesokan harinya saat lagi kuliah, mama BBM, apakah aku baik-baik saja. Karena mama khawatir pembicaraan kemarin bikin aku males belajar, males kuliah. Jawabanku singkat sih, aku nggak sedepresi itu kok ma, haha. Still, it was one of the sweetest mother-to-daughter moment of my life.

Untuk ujian selanjutnya, PBL dan biokimia, aku mengikuti saran mama. Hasilnya memang aku lulus, tapi ada penyesalan yang amat sangat mendalam karena itu bukan hasil jerih payahku sendiri. Bahkan, aku merasa lebih puas saat nilai ujian faalku direvisi jadi C.

So, the point is, it's better to do your test on your own. Sebenernya ini bukan masalah nilai, tapi ilmunya. Kita nggak menyembuhkan pasien dari nilai kita yang mentereng, tapi dari ilmu yang kita pelajari selama ini. Nilai itu ibaratnya gini, kalau kita nggak lulus, berarti kita gagal buat nyelametin pasien, karena apa yang kita pelajari ini hubungannya dengan orang lain, hubungannya dengan nyawa dan nggak bisa sembarangan. Misal kita tiap ujian aja nyontek, kita dapet ilmu dari mana? Apa kalau udah jadi dokter kita bakalan telpon temen kita terus gimana ngobatin pasiennya? Keburu mati deh si pasiennya.

Mungkin terkesan naif. Mungkin juga terkesan munafik. Tapi coba dipikir, ditelaah lagi, jangan mau kemalasan menguasai pikiranmu. Belajarlah, taruhannya nggak main-main di masa depan. Taruhannya nyawa. Memang sulit, tapi lebih baik kita merangkak sekarang kan daripada sekarang sudah di atas lalu dihempaskan lagi? Sakit lho rasanya.

So, that was me being wise. Insya Allah saat UP besok aku akan menegakkan kejujuran. Insya Allah hasilnya baik kalau memang usahanya baik. Wish me luck!

PS: I'm gonna post another story later. Jangan bosan ya :D

Friday, November 25, 2011

Welcome 18!

Hari ini, Jumat, 25 November 2011, secara resmi aku bertambah tua setahun. Ya, sekarang aku sudah umur delapan belas :D

Bagaimana rasanya? Antara senang dan sedikit ada rasa sedih. Senang karena masih bisa merayakan ulang tahun di tengah-tengah keluarga dan teman-teman. Sedih karena itu artinya waktuku untuk tinggal di sini berarti semakin pendek. Dan ada satu hal lagi yang bikin sedih, tapi karena satu dan lain hal nggak bisa aku ceritakan di sini.

Pagi-pagi sudah mendapat surprise kue tart dari mama dan adik, lalu dilanjutkan dengan pemasangan foto aibku sebagai display picture BBM anak-anak, diberi kue tart lagi dan video ulang tahun yang super unyu dari teman-teman waktu di kampus. Lalu menghabiskan sore dengan berjalan-jalan di Ramayana Hi-Tech Mall sama mama dan beli underwear :$ Setelah kepulangan papa dari Kalimantan lalu kami sekeluarga makan di Ikan Bakar Cianjur. Sungguh ulang tahun yang hangat dan sederhana. Dan aku sangat sangat bersyukur memiliki mereka, keluarga dan teman-temanku :)

Sebenarnya mau pasang video yang diberi anak-anak di sini, tapi ternyata... aku tadi salah ngopi file. Yang aku kopi malah shortcutnya ._. Jadi aku kasih salah satu foto yang jadi behind the scene pembuatan video itu.


Terima kasih Tuhan. Terima kasih semuanya. Semoga dengan bertambahnya umur ini jadi semakin barokah. Aamiin :)

Sunday, October 30, 2011

Satu dari Seribu


Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa tersenyum seraya menunduk kepadamu, bergurau dengan canda tawa di hadapanmu demi menutupi wajahku yang merona merah…menutupi diriku yang sesungguhnya sangat salah tingkah ketika bersamamu.


Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa mengirimkan beberapa sms semangat, yang kemudian kuhentikan karena merasa ada yang tidak benar dengan mengirimkan sms-sms itu…sejujurnya jari-jariku ini terasa gatal tiap kali aku membuka kontak di ponselku dan melihat namamu ada di dalamnya.


Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, semakin hari aku semakin takut berada di dekatmu, aku menahan diriku agar dapat sejarang mungkin berkomunikasi denganmu…kemudian aku perlahan menjauh, ketika hatiku mulai bergemuruh hanya dengan melihat sosokmu, ketika mataku senantiasa menemukan dirimu, tak peduli ada berapa banyak orang di sekitar kita, tak peduli seberapa jauh jarak antara aku dan kamu.


Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku mulai gelisah…dan aku mulai menceritakan tentangmu kepada Sang Pembolak-balik hati, kutitipkan hati dan harapanku kepadaNya…lalu kusebutkan namamu di tiap do’a dalam sujud-sujudku, dan tak ada satupun do’a yang memohonkan agar aku bisa memilikimu, semua do’aku tiada lain senantiasa dan selalu…agar kamu menemukan kebahagiaan dalam hidupmu. Dengan cara itulah aku mencintaimu.

Source: Adiar Ersti's Tumblr

Sunday, October 9, 2011

Run


Seminggu sudah saya harus menjalani pengobatan. Ajaibnya dalam seminggu ini saya hampir tidak merasakan bad mood. Sepertinya produksi serotonin di dalam otak saya sudah bekerja dengan normal dan saya jarang berhalusinasi lagi. Semoga saja saya bisa mengembalikan keadaan seperti sedia kala.

Setelah dipikir-pikir, saya sering sekali ternyata meninggalkan masalah begitu saja. Berharap nggak ada lagi yang mengingat. Ada beberapa masalah yang istilahnya itu sedang saya "gantung". Ketika ditanya orang hal itu, saya cuma jawab, "Ya udahlah, biarin aja ntar juga selese sendiri." Kenyataannya, saya hanya takut kepada kenyataan kalau ternyata penyelesaian masalah itu tidak sesuai dengan yang saya harapkan.

Ibu saya, dan mungkin ribuan orang bijak di luar sana, pasti mengatakan, "Masalah itu bukan untuk dihindari, tapi harus diselesaikan." Seingat saya, masalah-masalah saya tidak ada yang selesai. Saya hanya menghindari dan pada akhirnya masalah itu hilang sendiri. Saya semakin dewasa dan masih belum mau bertemu dengan kenyataan. Ironis sebenernya.

Lalu saya belajar, kenyataan itu memang pahit, tapi akan lebih pahit kalau kamu hidup dalam angan-anganmu sendiri dan nggak tahu apa yang terjadi di luar sana karena kamu menutup mata dan hati kamu. 

Don't run. Face it.

Monday, October 3, 2011

Good

I must say, these medicines have given me some good impacts. Sayangnya, obat-obat ini membuat saya gampang mengantuk. Tapi memang rasanya benang yang kusut itu sudah tidak seberapa mbundeli lagi kayak dulu. Alhamdulillah.

Saturday, October 1, 2011

What went wrong?

Awalnya sekitar awal tahun 2010, saya pergi ke seorang psikiater. Tahu lah, waktu itu lagi stres-stresnya UNAS dan nyari kuliah juga, jadi ibu saya ngajak saya ke situ. Setelah dikasih tes, barulah ketahuan masalah saya di mana. Bisa diduga sih, waktu itu saya stres banget. Jadi sejak saat itu, tiap minggu saya ke psikiater buat ikut terapi. Dan saya juga dikasih obat tidur juga biar bisa nyenyak tidurnya, walaupun obat itu saya minum nggak lebih dari seminggu.

Sejak pertengahan tahun lalu, saya tidak pernah lagi datang untuk terapi. Saya merasa, saya sudah diterima di kampus impian saya, setidaknya beri sedikit waktu yang tersisa untuk berlibur sebelum kembali ke kehidupan nyata.

Sampai akhirnya seminggu yang lalu, saya kembali datang ke psikiater. Awalnya sih karena adik saya meminta, saya cuma ngikut saja. Karena sudah lebih dari setengah tahun, mau tidak mau saya harus ikut tes lagi. Dan kemarin saya baru mengetahui hasil tesnya...

Diagnosis dokter saya terkena depresi berat. Dan schizophrenia.

Schizophrenia (/ˌskɪtsɵˈfrɛniə/ or /ˌskɪtsɵˈfriːniə/) is a mental disorder characterized by a disintegration of thought processes and of emotional responsiveness. It most commonly manifests itself as auditory hallucinations, paranoid or bizarre delusions, or disorganized speech and thinking, and it is accompanied by significant social or occupational dysfunction. (Wikipedia)
Kalau yang tentang depresi itu, saya cukup maklum lah. Tapi kalau ternyata sampai terkena schizophrenia... Seumur-umur saya nggak pernah nyangka. Sebenarnya banyak yang diceritakan oleh psikiater saya. Cuma pada intinya, di dalam otak saya ini ada bundelan benang yang susah buat dilurusin.

Dampaknya, mulai sekarang, seminggu sekali, saya harus ikut terapi. Dan tiap malam saya harus minum beberapa obat-obatan. Semacam anti-depresan seperti itu. Tapi memang efeknya cukup bagus sih. Malam ini  hari pertama saya minum obat itu dan alhamdulillah saya baik-baik saja. Cuma ketakutan saya adalah.... saya jadi ketergantungan terhadap obat-obatan. Bisa bayangkan kan, ketika kamu minum obat, segalanya jadi lebih baik. Tapi pas obatnya habis, mungkin kamu malah ngerasa nggak enak kalau nggak minum.

Saya cerita seperti ini bukan buat cari perhatian atau minta dikasihani. Bukan kok. Saya cuma ingin kalian nggak sakit seperti saya ini. Kalau ada masalah, jangan dipendam sendiri dan jangan terlalu dipikirin. Itu adalah salah satu kesalahan terbesar saya sebenarnya.

Jadi, untuk siapapun yang membaca, doakan saya ya supaya cepat sembuh. Memang susah dan perlu waktu untuk bisa kembali seperti semula, tapi saya akan berusaha menjadi lebih baik. Saya hanya ingin hidup normal seperti kalian.

Saturday, September 24, 2011

Hardcore

Siapapun di dunia ini, pasti pernah di fase nge-fans berat -cenderung hardcore- sama artis. Mulai dari nempel poster di dinding kamar, kliping segala berita tentang artis itu, koleksi semua film atau CD lagu mereka, sampai bikin ringtone sendiri lagu mereka #truestory.

Saya pernah sih berada di fase seperti itu. Tepatnya waktu saya kelas 3 atau 4 SD. Dan, artis yang beruntung  karena punya fans seperti saya adalah....


Benar sekali saudara sekalian. F4!

Waktu jaman itu, emang F4 lagi booming sekali sih. Kayak boyband-boyband Korea gitu yang lagi nge-trend sekarang. Saya suka mereka sejak mereka main di Meteor Garden itu. Setiap hari, saya sama temen-temen saya jaman SD pasti ngobrolin itu dan kami berkhayal tentang siapa pacar kita dari 4 orang itu. Dari Jerry Yan, Vanness Wu, Vic Zhou, dan Ken Zhu, kesukaan saya tentu saja Ken Zhu <3 <3 <3

Saya ingat, dulu saya nempel poster mereka di balik pintu kamar saya. Saya ingat, gara-gara fanatiknya saya sama F4, ibu saya selalu membelikan majalah yang ada F4-nya tanpa saya minta B-) Saya ingat, saya masih menyimpan DVD Meteor Garden yang kedua lengkap. Saya ingat, saya masih punya mug bergambar F4, mug favorit saya dulu. Saya ingat punya album mereka, dan saya hafal hampir semua lagunya gara-gara saya putar setiap hari. Saya ingat, waktu jaman handphone masih layar hitam putih, ringtone masih monophonic, dan bisa bikin ringtone sendiri, saya beneran bikin sendiri ringtone lagunya F4 di handphone saya. Good old days...

Waktu dulu sempet F4 ke Indonesia, saya sempet bener-bener sedih lho ga bisa liat konser mereka

Mungkin selera orang berbeda-beda, tapi bagi saya F4 masih yang terbaik dibandingkan dengan boyband-boyband Asia yang ada sekarang. Dan sampai sekarang, saya tidak pernah ngefans se-hardcore itu dengan artis-artis lain dibandingkan F4.

Tuesday, September 20, 2011

Yes

I believe in destiny, but I don't believe in fate.

Saturday, August 27, 2011

The Bucket List

Pertama kali denger tentang The Bucket List itu karena nonton film ini di HBO beberapa tahun lalu. Yang main Jack Nicholson sama Morgan Freeman. The Bucket List itu daftar apa aja yang pengen kamu lakuin sebelum kamu meninggal. Dulu habis nonton itu, iseng-iseng buat bucket list  sendiri, tapi ga tau sekarang di mana haha. Mumpung nganggur, ya sekarang mau bikin lagi. And here we go....

1. Lulus S. Ked. tepat waktu, IPK minimal 3.00
2. Jadi Sp. KJ. atau Sp. KK
3. Bisa bikin klinik untuk anak2 yang kena gangguan mental (kalo jadi Sp. KJ) atau 
4. Bikin klinik kecantikan (kalo jadi Sp. KK)
5. Bisa bikin rumah sakit gratis di daerah yang terpencil, yang fasilitas kesehatan kurang banget
6. Bisa bikin panti asuhan 
7. Bikin sanggar yoga di sebelah klinik
8. Bikin restoran. Antara masakan Indonesia atau Italia
9. Ikut summer school di luar negeri
10. Bisa sekolah sampai S-3, mungkin di Belanda atau Jerman
11. Napak tilas ke rumah masa kecil, di Karlsruhe, Jerman
12. Pergi ke Venice!
13. Pergi ke Santorini, Yunani
14. Pergi ke Brazil!
15. Menikmati pantai di Carribean Island
16. Berkunjung ke Old Trafford
17. Dan liat Manchester United tanding
18. Nonton Formula 1, bisa di Catalunya, Spain; Monaco; atau Marina Bay Sands, S'pore
19. Foto bareng Michael Schumacher
20. Bisa naik mobil F1, yang 2 kokpit itu, aku di belakang, disetirin Schumi :3
21. Bisa naik balon udara
22. Mencoba bungy jumping
23. Diving di Rajaampat, Papua
24. Belajar surfing
25. Ikut The Amazing Race atau The Amazing Race Asia
26. Ikut lomba macem Benteng Takeshi atau Wipeout
27. Ikut kuis kayak Ranking 1 atau Siapa Paling Berani
28. Dilamar pakai bunga edelweiss
29. Punya anak kembar
30. Tinggal di rumah yang kecil, tapi halamannya luas. I've imagined how my future house would be
31. Pergi haji dan bisa menaikkan haji orang tua.
32. Pergi ke New York
33. Mungkin tinggal selama beberapa bulan di San Francisco
34. Ingin menerbitkan sebuah buku
35. Menjadi dokter yang selalu mengutamakan kesehatan pasien, do no harm, dan tidak money oriented

Aamiin ya robbal alamin.

Tuesday, August 16, 2011

C'est La Vie

I've been wondering for such a long long time that I'm gonna learn other languages. See, I had been living in Germany for a couple years, yet all I know about German is auf wiedersehen. And some of common greets and hey, I can pronounce numbers in Germany correctly ;) But lately, it's Swedish I'm willing to learn so bad :|

No, I'm not gonna teach you languages. It's just I made a French common phrase as my title for this post. And suddenly that previous paragraph just popped in my head hehe.

So, here I am. Laying on my bed and writing on my blog when I'm supposed to be studying anatomy for tomorrow's test.  I wonder where all of my passion of studying's gone :| And, yeah, it's gonna be 0.000276% of preparation. Sorry, but watching Cameron (that nerd guy in Glee's project) is waaaaaaaaaayyyyyy more interesting than anatomy. Thank you.

Life is, indeed, irritably simple. If you really wanna have a better mark, go get your books and read it. Don't waste your time with twittering, BBM-ing with your friends, or even watching your favorite TV shows (like moi ._.). If you just don't care about your mark anymore, or may I say, 'pasrah' in Indonesian, do what you wanna do. Sometimes, they wanna have good mark but they're just too lazy to open the books (I bet everybody DOES). And in the end, 'galau' might kill you. That's when life gets harder.

That's just a random thought of mine. How about myself? Actually, I don't really care anymore. Okay, I'll have that little D on my GPA later. But it will be the last. THE LAST D EVER! I've closed my book for the second semester. Let's start a new beginning. Psst, deep down inside I still hope that I may get the right answers from my friends tomorrow. A big amount of luck is what I really need right now!

And life is, sometimes, simply irritating. We often get hurt. Mostly by other people, though it also might be our faults. But that makes us who we are right now. I get hurt almost half of my entire life. That's why, I become more independent person than others. I'm not that kind of person who always want to be accompanied every where I go. I like enjoying my solitude rather than in the middle of the crowd. And I'd rather doing my job alone. Simply it's because I don't trust people easily. 

I might not be that merrymaker type of person, but I can make you laugh with my jokes. I might not be kind to everybody, but that doesn't mean I hate you. I might smile a lot to you, but you'll never know what I think about you. And I've just realized that I've been hiding behind my wall to shelter from those bad things cause I don't wanna get hurt anymore. 

In the end, over the pretending, rejections, sadness, happiness, laughter, hopes, everything, all we can say is, yeah, that's life.

Tuesday, July 26, 2011

Seriously?

Saya tumbuh di dalam keluarga yang bersuku Jawa. Bisa dibilang, kami sangat erat dengan segala macam tradisi orang-orang Jawa. Saya akan bercerita tentang pengalaman saya kemarin, salah satu tradisi yang saya juga baru tahu. Mungkin bisa menambah wawasan juga hehehe.

Biasanya sebelum dilangsungkan manten, kalo adat Jawa kan biasanya ada acara siraman. Kebetulan, minggu lalu saudara jauh saya kemarin melangsungkan pernikahan. Dan saya ikut hampir semua acaranya, termasuk siraman dan midodareni. Bahkan saya (lagi-lagi) jadi kembar mayang.

Setelah acara siraman kemarin, ternyata ada tradisi agar para lajang membasuh wajah mereka dengan air yang dipakai buat siraman. Awalnya sih saya nggak mau, buat apa juga. Karena dipaksa, ya sudah, saya antri nunggu giliran cuci muka, karena saudara jauh saya masih banyak yang lajang. Lalu saya tanya ibu saya itu buat apa. Beliau bilang, biar deket jodoh.

Oke, saya maklum. Terserah deh. Saya juga sebenernya ga seberapa percaya sama yang kayak gitu.

Besok waktu acara resepsi, ya sudah saya pake kebaya plus sanggul. Dan semua om, tante, pakde, bude pada pangling liat saya. Katanya saya cantik banget :"> Bahkan ibu dan adik saya hampir nangis (?)

Bukan itu sih intinya. Ceritanya begini, waktu acara resepsinya selesai, kedua mempelai itu kan turun dari pelaminan. Tau kan kalo biasanya penganten itu pake hiasan yang melati-melati gitu? Biasanya sih diiket di kerisnya mempelai cowok atau jadi hiasan rambutnya yang cewek. Waktu kedua mempelai itu lewat di depan kami, si mami langsung nyuruh mama buat ngambil melati dari sana. Sampai dua kali coba ngambilnya dan ambilnya banyak banget. Saya tanya ke adek, buat apa sih ngambil gituan. Adek bilang, biar cepet nikah kali. Nggak percaya, langsung mastiin ke mami. Beliau bilang, "Ya, biar kamu cepet nikah."

Like, seriously? -________-

Bahkan sampai sekarang si mama nyuruh saya buat nyimpen melati di dompet. Masih ada tuh di sana.

Apa ibu saya saking desperatenya anaknya ga pernah malem mingguan sampe kayak gitu? Apa ibu saya ingin segera menimang cucu? *brb nangis di pojokan*

Yah, ini mungkin tradisi dari daerah saya. Saya sendiri juga nggak tau itu beneran apa nggak. Jodoh di tangan Tuhan. Tapi tetap, cita-cita saya salah satunya biar bisa jadi alasan di balik senyumannya. #eaaa

Sunday, July 10, 2011

Jleb

weheartit.com

"...Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian." (Raditya Dika; 2010)

Saturday, July 9, 2011

July 9

weheartit.com

"Do not lose hope on me."

Satu kalimat yang benar-benar menggambarkan keadaan saya sekarang. Satu kalimat yang, menurut saya, dapat diinterpretasikan dalam banyak hal.

Pertama, tentang masalah akademik. Lagi galau hasil ujian perbaikan anatomi yang menentukan apakah saya harus ikut semester pendek atau tidak. Benar-benar membuat saya frustasi dan hampir putus asa untuk kuliah di jurusan ini. Tapi entah kenapa, pada saat yang tak diduga, Tuhan selalu membukakan jalan agar saya tetep kuat kuliah di sini. Seakan-akan FK berkata, "do not lose hope on me."

Kedua, kata-kata ini saya tujukan buat seseorang. Halah, kayak ada aja yang nunggu saya di luar sana hahaha. Nggak tau sih, tapi kalo ada yang ngerasa, cuma mau bilang, "do not lose hope on me."

Friday, June 17, 2011

Sejenak

weheartit.com

Sudah lama tidak mengobrol ya. Kamu sibuk, aku pun sibuk. Lalu siapa yang bisa mampir kemari? Mumpung ada sedikit kesempatan, duduklah yang nyaman, yuk dengarkan dongengku kalau kamu berkenan.

Sedang merasa berada di titik jenuh. Jenuh sekali. Entah karena kita akan sama-sama menyapa liburan atau memang bosan dengan rutinitas yang masih dilakukan hingga sekarang. Jenuh juga setiap hari mendalami tubuh yang sudah dianugerahkan ke kita oleh Yang Di Atas. Padahal tubuh ini juga yang akan menjadi sumber kehidupanku di masa datang, Insya Allah. Tapi aku hanya ingin bersantai sejenak, tanpa harus kita berlari dikejar tuntutan mendapatkan nilai terbaik. Setidaknya, 2 bulan saja. Lagipula menuntut ilmu juga bukanlah apa nilai akhir yang kita dapat, tapi bagaimana kita memanfaatkan ilmu yang telah kita dapat di masa depan.

Hanya ingin 2 minggu ini segera berakhir. Lalu kita akan pergi melancong. Yuk berkonsentrasi sejenak, setidaknya untuk beberapa hari ke depan. Untuk masa depan lebih baik.

Sunday, May 15, 2011

Hujan

deviantart.com

Dari dulu sampai sekarang, aku selalu suka hujan. Hujan rintik-rintik, di mana kamu hanya perlu menutupi kepalamu dengan saputangan. Bukan hujan yang diiringi gemuruh. Itu menakutkan.

Aku dan ibu memiliki banyak kesamaan. Salah satunya adalah kami berdua suka sekali dengan hujan. Tanpa disengaja, alasan kami berdua mengapa kami sangat suka hujan juga sama.

Simpel. Karena hujan itu romantis.

Aku tidak pernah merasakan menari di bawah hujan sambil bertelanjang kaki. Karena ibu tidak pernah memperbolehkanku hujan-hujanan. Jadi, aku hanya dapat menikmati hujan dari balik jendela. Lagipula, menikmati hujan tidaklah perlu dengan hujan-hujanan. Cukup mengobrol dengan seseorang, ditemani coklat hangat dan lagu-lagu Phil Perry. Duduk di sebelah jendela sambil menunggu redanya hujan. Menunggu pelangi. Itu romantis menurutku.

Tuesday, September 7, 2010

hai

hai semua! apa kabar kalian? aku harap kalian sehat-sehat saja ya #apasih. lagi libur kuliah nih, sombong bener haha. hampir sebulan ospek, ragaku hancur, jiwaku ya gitu-gitu aja deh. tidak ada perubahan signifikan, kayaknya. stres juga enggak. biasa aja.. inget jaman PERISAI dulu. parah banget tuh sampe nangis. dampaknya kena ospek udah cukup terbiasa deh. sekarang? nangis aja nggak pernah ckck.

yang nggak biasa adalah masuk medika 3 kali. ga tau gimana ceritanya kok sekarang jadi punya asma -.- tiba-tiba panas sampe 39 derajat trus bikin panik mbak masnya. aneh sekali.. pada akhirnya, aku ga boleh puasa deh sama mama. udah bolong 13 hari nih, aku bingung nyaur utangnya begimana ya?

itulah berita terakhir dari saya. selamat pagi dan selamat sahur bagi yang menjalankan puasa.

Monday, September 6, 2010

tes tes

nyoba gimana ngeblog lewat hape hehe
Published with Blogger-droid v1.5.3.1