Showing posts with label problems. Show all posts
Showing posts with label problems. Show all posts

Thursday, July 5, 2012

Update


HELLO WORLD! Been so freaking busy for these past couple months and hadn't updated anything yet on my blog. So... if one of you is my friend and have been checking my blog regularly to find an update from me (haha kidding... no one will ever do it anyway) or even accidentally found my blog from random pages, I warn you, reading my blog is such a waste of time. Unless you don't have anything better to do, I suggest you not to scroll this page down.

Untuk selanjutnya saya akan bercerita dengan bahasa Ibu.

Jadi begini, semester ini mungkin adalah salah satu yang terberat. Bukan yang terberat sih. Menurutku yang terberat tetep semester 2 karena aku paling nggak bisa anatomi. Mau jadi dokter apaan sih anatomi aja ga ngerti hauft :| 

Semester 4, semesternya ngurusin proposal penelitian, semesternya banyak kegiatan non akademis, semesternya ngurusin bakti sosial, semesternya ngurusin ospek (tapi aku ga jadi panitia sih yang ini), dan semesternya ujian dalam 4 minggu berturut-turut. Tunggu, nggak 28 hari juga sih, cuma dalam 4 minggu itu seenggaknya ada minimal 3 ujian tiap minggunya. How I love to be a med stud :"

Sekarang tinggal tunggu hasilnya aja sih. Yang paling mengkhawatirkan itu parasit karena beberapa saat yang lalu ada kejadian yang tidak bisa diceritakan di sini karena menyangkut martabat dan harga diri bangsa Indonesia. Yah, pokoknya semoga nilai UTS parasitku bisa membantu jadi semester ini aku nggak usah semester pendek. Aamiin o:)

Jumat minggu depan, kami akan mengadakan bakti sosial di salah satu desa yang terpencil di Pasuruan. Karena aku korlap, jadi mau nggak mau pasti aku yang paling sibuk. Nggak papa sih, daridulu emang udah niat jadi korlap soalnya..... iseng aja biar keren :| Yang bikin nyesek adalah, di saat aku di tempat antah berantah, si adek bakalan di Thailand seminggu :| Yah, masing-masing orang udah ada rejekinya sih, nggak usah pake iri gitu (ngomong di depan kaca).

Mungkin mulai dari sini sampai seterusnya isi tulisan agak sedikit lebih serius. Mungkin kalo ada yang kesindir, bukan tentang kamu kok (kayaknya).

Nggak ngerti ya sejak kapan, rasanya orang-orang di sekitarku semuanya berubah. Mulai dari orang-orang rumah sampe orang di kampus. Nggak ngerti juga kenapa.

Sejak adek sakit kapan hari itu, rasanya di rumah nggak ada yang merhatiin aku. Pasti semua-semua tentang adek. Sedih sih. Belum lagi di kampus, nggak tau kenapa juga, beberapa temen kayak nggak mau deket lagi sama aku. Yah, mungkin cuma nyamperin kalo ada maunya sih, habis itu udah ditinggal. Kadang juga nggak pake bilang terima kasih. Diajakin jalan juga jarang. Yah, mungkin aku emang jarang ikut kan, seenggaknya formalitas biar aku nggak ngerasa ditinggal ditanyain gitu. Sedih lo rasanya. Kadang juga gini, dulu aku bales bbmnya kan lama karena aku jarang banget pegang hape, entah kenapa sekarang rasanya mereka kayak "balas dendam" balesnya juga lama, padahal aku jawabnya cepet. Biasanya tangan ga lepas dari bb padahal --"

Mungkin kalian yang habis baca ini komentarnya satu, nggilani atau apa sih. Aku ga tau sih harus cerita ke siapa lagi soalnya. Kalo dipendem doang ntar jadi penyakit soalnya. Cuma blog ini yang bisa jadi penawar hatiku.

Duh, menye kan jadinya. Tulisanku kayak anak labil kelas 1 SMP. Nggilani. Maaf ya, aku lagi nggak jaim soalnya. Aku hanya kurang perhatian dari orang sekitar. Dan aku merasa sendiri. Dan aku sedih.

Wednesday, April 4, 2012

Sulit

Ketika ekspektasi terlalu tinggi
Ketika kenyataan terlalu kejam
Ketika rahasia tak dapat diucapkan
Ketika kepercayaan tak ada harganya

Sulit untuk selalu menyunggingkan senyum
Di kala kamu berusaha untuk membendung air mata
Sulit untuk berlagak pura-pura tidak tahu
Di kala sekelilingmu selalu berbisik keras di belakangmu

Mengangkat lalu menjatuhkan seseorang secara tiba-tiba
Sesungguhnya sangatlah jahat, kawan

Thursday, January 19, 2012

Galau Akademis

Galau Akademis: The worst kind of galau. Ever. It's even worse than heart broken galau. Seriously.
Since I'm taking to med school, this is the time when I feel 'galau akademis' the worst. Some of my test results were great, some of them, well, C was the worst result I got. But stillllll........ I need minimum 3 on my GPA this semester. With a couple of Cs I have, I guess I have to take the short semester.
Actually, today is the announcement of all of my test results and some of my friends have already known their scores. Me? I don't even dare to see the announcement, or even ask my friends. I guess I'm going to see it tonight, or tomorrow morning.
So.... fingers crossed! Hopefully I don't have to take the short semester. Wish me luck!

Monday, December 12, 2011

Hilang


Seminggu yang lalu, aku pergi ke psikiater. Kali ini  jadwalnya adalah regresi. Apa itu? Regresi semacam membuka memori masa lalu buat mencari akar dari masalahmu lewat alam bawah sadar. Tapi karena ini dihipnosis, jadi setelah regresi kamu nggak inget apa-apa.

Yang aku tahu, di akhir regresi itu, kamu diminta buat membayangkan sebuah kotak kayu, lalu masukkan segala pikiran negatif yang jadi sumber masalahmu, apapun itu, ke dalam kotak. Terus kunci kotaknya pakai gembok dan buang sejauh mungkin kuncinya. Kalau sudah, bayangkan di sebelahmu ada semacam korek dan bensin, lalu bakar sampai habis kotaknya. Sebenernya juga nggak mesti gitu sih, yang penting kita harus ngilangin kunci dari kotak itu dan menghilangkan kotak beserta isinya.

Waktu ngebayangin itu juga nggak mesti saat regresi kok. Di keadaan biasa juga bisa. And yeah, it works. Seenggaknya setelah aku ngebayangin itu. hati rasanya jadi enteng dan nggak galau lagi. Lebih ampuh kalau dibarengi sama wudhu lalu sholat. Kerasa banget efeknya, hati jadi tenang.

Saturday, December 10, 2011

Major Dilemma

Menikmati malam minggu yang sendu ini dengan menonton America's Next Top Model All Stars, buku-buku faal yang berserakan, dan laptop yang terbuka, sangat menggoda untuk dimainkan. Padahal besok Senin masih ada tanggungan ujian perbaikan faal. Tapi rasanya membuka buku itu beraaaaaaaat sekali :|

Sekalian cerita sedikit ya. Minggu lalu bisa dibilang minggu yang cukup berat. Diawali dengan ujian faal di hari Senin, lalu diikuti dengan ujian PBL dan biokimia. Sejujurnya, mata kuliah yang paling banyak aku pelajari itu faal. Dan ternyata.... hasilnya menunjukkan wajib ikut ujian perbaikan. Awalnya aku biasa aja sih, karena memang soalnya susah. Tapi setelah cerita ke mama, baru terasa betapa kecewanya hati ini #eaa

Nah, di sinilah dilema itu muncul. Pada intinya, mama bilang, aku harus dapet IP minimal 3. Kalau nilaiku kayak gini terus, gimana mau nerusin jadi spesialis. Jadi aku harus lakukan apapun buat dapetin nilai bagus. Termasuk, ehem, cheating. Seperti yang dilakukan beberapa anak. Masalahnya, aku nggak biasa gitu. Aku selalu, selalu merasa bersalah kalau melakukan hal itu. Pada akhirnya, dalam pembicaraanku dengan mama di malam itu, aku menangis 2 jam nonstop.

Gara-gara itu, keesokan harinya saat lagi kuliah, mama BBM, apakah aku baik-baik saja. Karena mama khawatir pembicaraan kemarin bikin aku males belajar, males kuliah. Jawabanku singkat sih, aku nggak sedepresi itu kok ma, haha. Still, it was one of the sweetest mother-to-daughter moment of my life.

Untuk ujian selanjutnya, PBL dan biokimia, aku mengikuti saran mama. Hasilnya memang aku lulus, tapi ada penyesalan yang amat sangat mendalam karena itu bukan hasil jerih payahku sendiri. Bahkan, aku merasa lebih puas saat nilai ujian faalku direvisi jadi C.

So, the point is, it's better to do your test on your own. Sebenernya ini bukan masalah nilai, tapi ilmunya. Kita nggak menyembuhkan pasien dari nilai kita yang mentereng, tapi dari ilmu yang kita pelajari selama ini. Nilai itu ibaratnya gini, kalau kita nggak lulus, berarti kita gagal buat nyelametin pasien, karena apa yang kita pelajari ini hubungannya dengan orang lain, hubungannya dengan nyawa dan nggak bisa sembarangan. Misal kita tiap ujian aja nyontek, kita dapet ilmu dari mana? Apa kalau udah jadi dokter kita bakalan telpon temen kita terus gimana ngobatin pasiennya? Keburu mati deh si pasiennya.

Mungkin terkesan naif. Mungkin juga terkesan munafik. Tapi coba dipikir, ditelaah lagi, jangan mau kemalasan menguasai pikiranmu. Belajarlah, taruhannya nggak main-main di masa depan. Taruhannya nyawa. Memang sulit, tapi lebih baik kita merangkak sekarang kan daripada sekarang sudah di atas lalu dihempaskan lagi? Sakit lho rasanya.

So, that was me being wise. Insya Allah saat UP besok aku akan menegakkan kejujuran. Insya Allah hasilnya baik kalau memang usahanya baik. Wish me luck!

PS: I'm gonna post another story later. Jangan bosan ya :D

Wednesday, November 2, 2011

How?

What can you do when your good isn't good enough?

Kecewa, pasti. Kamu ngerasa sudah ngerjain semaksimal mungkin, dengan usaha yang lebih daripada yang lain, ternyata hasilmu tidak memuaskan seperti yang lain. Sakit lho rasanya kalah dengan orang-orang yang curang, ketika kamu berusaha sebisa mungkin untuk bertindak jujur. 

Jujur, saya ngerasa kecewa sama diri saya sendiri. Rasanya itu sudah usaha maksimal sekali, kenapa hasilnya tidak selalu memuaskan? Apa yang salah? Kayaknya saya sudah ngecewain orang tua saya dengan hasil saya yang kurang maksimal itu, walaupun di depan mereka selalu bilang nggak papa, masih ada kesempatan kedua. 

Saya memang harusnya bersyukur masih diberi kesempatan lagi untuk memperbaiki, tapi saya juga ingin berhasil dalam sekali percobaan saja. Saya seharusnya bersyukur, yang lebih buruk dari saya, atau paling tidak sama nasibnya seperti saya, juga cukup banyak. Saya tidak sendirian.

Saya yakin, yang punya pemikiran seperti ini juga banyak. Mengapa orang yang bahkan usahanya tidak semaksimal kita malah bisa memiliki hasil yang lebih baik? Kalau kata ibu saya, itu keberuntungan mereka. Kata salah seorang teman saya, mending kamu dapet BC ngerjain sendiri daripada dapet A tapi nyontek. Ngenes rasanya....

Ya Allah, tunjukkan jalan-Mu. Lancarkanlah dan mudahkanlah segala urusan kami. Aamiin.

Sunday, October 9, 2011

Run


Seminggu sudah saya harus menjalani pengobatan. Ajaibnya dalam seminggu ini saya hampir tidak merasakan bad mood. Sepertinya produksi serotonin di dalam otak saya sudah bekerja dengan normal dan saya jarang berhalusinasi lagi. Semoga saja saya bisa mengembalikan keadaan seperti sedia kala.

Setelah dipikir-pikir, saya sering sekali ternyata meninggalkan masalah begitu saja. Berharap nggak ada lagi yang mengingat. Ada beberapa masalah yang istilahnya itu sedang saya "gantung". Ketika ditanya orang hal itu, saya cuma jawab, "Ya udahlah, biarin aja ntar juga selese sendiri." Kenyataannya, saya hanya takut kepada kenyataan kalau ternyata penyelesaian masalah itu tidak sesuai dengan yang saya harapkan.

Ibu saya, dan mungkin ribuan orang bijak di luar sana, pasti mengatakan, "Masalah itu bukan untuk dihindari, tapi harus diselesaikan." Seingat saya, masalah-masalah saya tidak ada yang selesai. Saya hanya menghindari dan pada akhirnya masalah itu hilang sendiri. Saya semakin dewasa dan masih belum mau bertemu dengan kenyataan. Ironis sebenernya.

Lalu saya belajar, kenyataan itu memang pahit, tapi akan lebih pahit kalau kamu hidup dalam angan-anganmu sendiri dan nggak tahu apa yang terjadi di luar sana karena kamu menutup mata dan hati kamu. 

Don't run. Face it.

Tuesday, September 27, 2011

Lesson Learned

Mungkin bisa dibilang saya adalah orang yang idealis. Terlalu idealis bahkan. Ada beberapa hal prinsipil yang menurut saya itu benar dan sangat sulit untuk diubah. Mungkin prinsip-prinsip itu cukup membatasi saya dalam beberapa hal, tapi ini hidup saya dan saya akan menjalaninya dengan cara saya.

Setidaknya sampai tadi sore, ketika saya terlibat dalam pembicaraan yang amat panjang dengan ibu saya. Semacam nasehat ibu kepada anaknya. Seperti biasa, saya menceritakan segala hal yang terjadi pada hari ini. Termasuk ketika saya nyaris bertemu seseorang di kantin kampus, yang ternyata dia sekitar 2 menit pergi dari tempat itu sebelum saya datang. Saya tidak tahu alasannya sampai sekarang mengapa Tuhan tidak mengizinkan kami bertemu tadi.

Bukan, bukan itu inti pembicaraan ini. Saya sendiri tiba-tiba tidak bisa menuliskannya karena saking galaunya.
 
Ibu saya berkata, mulailah buka hatimu untuk orang-orang. Seberapa keselnya atau bencinya terhadap orang itu, tetaplah pasang wajah yang baik. Susah memang, tapi itu proses pendewasaan. Lihat, saya bahkan belum bisa melakukan dua hal tersebut. Padahal saya hanya ingin orang yang mengganggu itu berhenti mengganggu saya. Saya cuma ingin agar tidak diganggu, itu saja. Apakah susah? Apakah saya harus selalu mengorbankan kebahagiaan saya agar orang lain bisa mengganggu kehidupan saya?

Prinsip saya untuk menuju proses pendewasaan sepertinya memang harus berubah.

Serius, saya benar-benar merasa tidak aman sekarang. Seakan-akan ada seseorang yang selalu menguntitmu. Dan saya tidak pernah merasa se-insecure ini dibandingkan sekarang. Tuhan, padahal saya hanya ingin hidup tenang. Saya tidak tahu lagi harus berkeluh kesah ke siapa lagi selain kepada Tuhan dan blog ini.

Maafkan saya dan paranoid yang berlebihan ini. Tapi saya sangat takut.

P.S.: Untuk kamu, saya selalu berharap kamu bisa menyelamatkan saya. Walaupun mungkin agak mustahil.

Tuesday, September 20, 2011

Nggak Jadi

Seharusnya hari ini menjadi salah satu hari yang menyebalkan sih karena saat kejadian waktu praktikum faal tadi oleh salah satu teman saya yang brengsek. Mau marah juga nggak bisa, padahal ini emosi udah untup-untup di hati.

Memang sebenernya banyak cerita nggak enak dari teman-teman saya karena kelakuan teman saya itu. Saya sih biasa aja walaupun dia banyak yang nggak suka sama orang itu. Saya masih sering ngobrol juga, walaupun nggak deket. Sampai akhirnya kejadian tadi memang bener-bener bukti bahwa dia orang yang, yah, brengsek.

Tuhan menciptakan teman saya itu pasti ada alasan dan tujuannya. Mungkin dia diciptakan untuk menjadi menyebalkan sehingga bisa sekalian mengetes seberapa sabar orang-orang dapat menghadapi kebrengsekannya itu. Sayang sekali, kali ini pertahanan saya jebol.

Tidak, saya tidak benci dia. Cause hate is such a strong word I would use it wisely. Dan membenci seseorang brings no good. Mungkin belum waktunya dia dapet hidayah.

Tapi kekesalan saya memudar ketika saya bercerita dengan Tuhan. Saat saya menangis di atas sajadah, datanglah ketenangan hati (btw bahasa saya agak nggilani ya rasanya -_-). Intinya kira-kira begitulah, Tuhan adalah tempat terbaik untuk bercerita. Apapun. Apalagi ketika saya dengan kurang kerjaannya me-stalking facebook seseorang yang memiliki 5 mutual friends dengan saya (ups).

Setidaknya saya butuh sesuatu yang bisa membuat saya tersenyum lebar atas perjuangan saya hari ini.

Saturday, August 27, 2011

Changes

I think a good friend should tell his or her friend where he or she goes wrong, and not tell the other friends about his or her faults behind his or her back.
Yeah, people these days. Who knows someone who you think a good friend of yours, slowly leaves you, and yet you don't even know what your fault is.
People changes. Everything changes. Eventually.

Wednesday, June 29, 2011

Selamat Tinggal, Juni

Tidak terasa ya dalam beberapa jam lagi kita akan menginjak bulan ketujuh di tahun ini. Terutama bulan Juni ini entah mengapa berjalan sangat sangat cepat. Cukup banyak kejadian juga, banyak canda tawa. Seharusnya bulan Juni ini bisa ditutup dengan senyuman. Sayangnya hari ini air mataku sudah nggak bisa ditahan...

Hari ini UAS terakhir, ujian Ilmu Kesehatan Masyarakat. Mata kuliah yang selalu disepelekan oleh kami hahaha. Sehari sebelumnya pun aku sudah tak membuka buku sama sekali. Pada akhirnya saat ujian, aku mengandalkan jawaban dari teman dan mengisi waktu ujian dengan menggambar ayam di kertas soal. Bravo!

Tapi hari ini juga pengumuman ujian anatomi paket 3 dan ketrampilan medik. Sudah bisa diduga, anatomi lagi dan lagi ikut ujian perbaikan. Tramed juga sudah diperkirakan tersandung di pos pemeriksaan otot dan harus ngulang di pos itu. Kecewa sih sudah jelas. Tapi juga menyesal nggak akan bikin nilaiku kembali. Walaupun jujur, di dalam hati rasanya kok aku nggak pantes jadi dokter. Anatomi selalu ikut perbaikan walaupun rasanya udah berusaha mati-matian. Apalagi tramed, dasarnya kita nanti ketemu pasien. Begini saja kok ikut ujian perbaikan, gimana aku nanti ketemu sama pasien?

Sudah gitu tadi sempet ada konflik sama mama. Oke, mama marah-marah di telpon, di bbm. Bikin pengen nangis juga rasanya. Untung masalahnya sekarang udah selesai, walaupun nyampe rumah suasananya masih agak awkward. Apalagi waktu denger aku kena UP ini. Beliau nggak ngomong banyak sih. Sepertinya antara kecewa, prihatin, kasihan sama aku ._.

Begitulah cerita di hari terakhir Juni. Sudah ikhlas dengan apa yang terjadi hari ini. Alhamdulillah aku dapat tersenyum malam ini.


Thursday, June 23, 2011

Renungan Hari Ini

Tinggal tiga. Ya, tiga kali ujian lagi yang menghadang sebelum masuk babak liburan. Ujian histologi kemarin? Alhamdulillah bisa dibilang memuaskan kalau melihat kondisi badan yang sepanjang ujian batuk-batuk dan menggigil kedinginan :&

Rencana Tuhan memang tak ada yang tahu. Siapa sangka waktu 4 jam sebelum ujian aku malah demam? Sedikit banyak pasti mengganggu konsentrasi. Tapi lagi-lagi tetap bersyukur karena diberikan kemudahan dan kelancaran. Walaupun begitu, pasti ada sedikit sesal di hati, "If I hadn't been sick, I would've done better."

Pada akhirnya, sepulang dari ujian, aku langsung hibernasi sampai besok paginya. Demam cukup tinggi dan batuk ga sembuh-sembuh bikin lemes buat ngapa-ngapain. Seharian ini pun isinya cuma tidur, makan, tidur lagi, nonton TV. Belum belajar sama sekali untuk anatomi (haha soon, right after I finish making this post, I promise!) Malah akhirnya menghabiskan banyak waktu dengan merenung...

Sebenarnya sangat buanyak sih yang aku renungkan. Cukup dua lembar kertas folio saja sih, hanya aku terlalu malas untuk menulisnya. Contohnya saja betapa beratnya menjadi mahasiswa kedokteran. Serius, sangat berat. Tapi aku selalu percaya, something worth doing isn't ever easy. Aku bayangin, sekarang kami masih struggle dengan ujian-ujian, siapa tahu, dalam 10-15 tahun mendatang, kami semua sudah menjadi dokter spesialis yang handal. Yang bisa mengobati pasien dengan baik, dengan ikhlas tanpa embel-embel mencari harta. Insya Allah.

Lalu berpikir bahwa mungkin aku bukanlah teman yang baik. Ketika kamu ingin dihargai, maka hargailah orang lain. Sepertinya aku kurang menghargai orang lain. Entahlah... Yang jelas, maaf ya untuk semuanya.

Dan yang terakhir, orang yang ada di pikiran dalam tiga minggu terakhir, sepertinya sosok itu sudah mulai menghilang dari peredaran. Aku sendiri juga heran, betapa cepat waktuku untuk mengaguminya. Terlalu cepat kalau dibandingkan dengan seseorang yang aku kagumi sebelumnya. Bertahan 8 bulan lho. Padahal aku belum memulai apapun untuk mengenali sosok itu. Kenalan saja belum hahaha :p

Sepertinya Tuhan akan memberikan yang lebih baik. Semoga saja.

Thursday, May 13, 2010

little info

halo halo it's me again. well, i know that nobody will read these craps but i don't care. a little information, aku keterima di Fakultas Kedokteran UNAIR :) alhamdulillah. but still i'll take the SNMPTN test. next mission : kembalikan 75 jutaku! honestly, aku semangat buat ikutan SNMPTN. benernya, aku juga masih semangat ikutan intensif di SSC kalo nggak di kelas itu. ya ampun, rasanya garing di kelas itu walopun ada temenku. jadi, aku baru 1,5 kali ikutan intensif dan ga pernah ikutan try out. i hate that class.

something you don't know about me : i go to the psychiatrist once in two weeks. ternyata aku punya masalah yang selalu aku pendem. jadi aku gampang stres. shortly, i have an internalizing disorder. just google it in case you dont know what's that. hanya saja aku tau bahwa masalah itu benernya cuma ada di pikiranku and it doesn't really happen. it's hard for me to tell my probs to my best friends. kadang aku mikir kalo mereka itu benci aku. mereka itu ga suka sama aku. mereka itu bosen sama aku. mereka lebih suka kalo aku nggak ada.

when it came to the long holiday, nobody texted me. ya ada sih cuma satu. untungnya dia bilang dia kangen ga liat aku di ssc haha. i was sick and nobody asked "how are you? where have you been?" iya sih aku ga eksis di twitter FB while they prefer twitter FB than texting. hanya saja itu membuatku sedikit sedih karena ga ada yang tanya kabarku. kenapa aku ga sms mereka duluan? HAPEKU RUSAK OHMAIGAT! and i didnt even remember their numbers :/ jadi sekarang aku pake HP hadiah door prize tapi nomernya tetep. kenapa aku ga buka twitter FB aja? benernya sih aku ga seberapa suka, ga tau kenapa. jadi males deh buka. so i blog about how i feel. even nobody read it, at least bisa meringankan hidupku :)

now, i'm ready to come back to the sea of SNMPTN books :D

GIVE ME BACK MY 75 MILLIONS!

Tuesday, May 4, 2010

you can't always get what you want

what am I afraid of the most? F-A-I-L-U-R-E. jujur aja, aku ga terbiasa hidup dengan kegagalan. so when it comes to the worst, it's just like the end of the world. dua bulan terakhir ini mengajarkanku tentang bagaimana menghadapi kenyataan buruk. well, 2 targetku tahun ini ga terpenuhi dan tiap hari isinya paaaasti nangis. pertama, aku menargetkan buat tembus FK unair lewat PMDK prestasi. sayangnya, gagal. kedua, aku berharap banget rata-rata unasku 9 while i only get 8.5 in average. rasanya hancur banget *lebay* yang tau aku nangis ya cuma orang-orang di rumah. aku bersyukur mereka selalu nyemangatin aku, support aku, dan yang paling penting, ga pernah nyalahin aku. hanya saja rasa kecewa itu ga bisa ditawar lagi.

mamaku selalu bilang, Tuhan pasti punya jalan yang lebih baik buat kita. aku mencoba untuk berpikir seperti itu tapi nggak bisa. walaupun aku udah diterima di 2 universitas, tetep aja itu ga mampu ngobatin rasa kecewaku. jadi untuk menebusnya, aku harus bisa ketrima di PMDK umum unair ini! dan aku masih nungguin pengumumannya hmmm. wish me the best!

Friday, September 4, 2009

ich bin mude

sedikit klarifikasi, harusnya judulnya itu u-nya ada titik duanya di atas. berhubung aku gak bisa meng-copy-paste (tepatnya laptopnya tidak berfungsi untuk meng-copy-paste) jadi akhirnya harus dikasi penjelasan gini agar tidak memberi arti yang salah.

tahu apa yang aku butuhin sekarang? L I B U R A N. jujur aja, aku uda mulai ngrasain sindrom kelas 3 (menurut mas I) di mana aku selalu pulang malem. sehari-hari kerjaannya di rumah-sekolah-les-rumah-sekolah-les. aku sedikit mulai jenuh werr. aku hanya perlu sehari aja tanpa mikirin les ataupun sekolah ataupun tugas atau apapun. aku cuma pengen tidur. luluran. creambath. ngeritingin rambut lagi. pijet refleksi. sedikit shopping. oke, ga jadi sehari. DUA hari aja deh. habis itu kembali ke realita.

hatiku emang gak serapuh dulu tapi badanku udah enggak sama lagi kayak dulu :( setelah itu bercokol di badanku, aku enggak bakal bisa kembali lagi kayak dulu. walopun yang berwenang udah bilang kalo itu udah hilang, sooner or later itu bakalan balik lagi.

semoga saja aku bisa bebas dari itu.

Sunday, June 14, 2009

makasih

kemaren, aku smsan sama temenku. aku cerita ke dia kalo aku pengen tau banget sapa yang gebetanku sukain. dan aku bilang kalo kayaknya someone knows about that tapi aku sungkan tanya. lalu dia tanya ke aku, "kalo kamu tau dia suka sapa trus kamu mau ngapain?" aku langsung mikir, iya ya? dan aku bingung mesti ngapain. dia bilang, "jalanin aja apa yang udah ada. sekarang ini tugasmu buat dia ngerasa nyaman kalo dia lagi di deketmu." 
a great big thanks to nadhia iffah saraswati, teman gila saya yang lainnya. 

Saturday, June 13, 2009

sst

have you kept a secret from your really close friends? actually, yes i have. bedanya adalah aku jadi victim yang tidak diberitahu secret itu. aku merasa kalo she keeps something from me. she knows something which is extremely important for me. and she, as i think, doesn't want to tell me what it is. i really do want to ask her about that. masalahnya aku sungkan coz i've asked her about it millions times. and i doubt that if i know the truth, i'll be down. again. well, just so you know, i've been in this condition several times. and i hope a happy-ending badly. 
which one is better, facing the truth or keeping clueless? 

Friday, May 29, 2009

friday bloody friday

dimulai dari tadi malem. aku kebangun jam setengah satu. trus buka FB lewat hape dan balesin wall. abis itu bangun sholat tahajud dan abis itu FB-an lagi. trus inget kalo mau nyalin PKN jadi aku dengan kurang kerjaannya nyalin catetan bu pudji di buku sampe sekitar jam 3 dan aku ketiduran. benernya uda dibangunin papa jam 5. tapi ketiduran lagi sampe setengah 6 --b
karena aku pikir jam kamarku masih tetep kecepeten, aku santai aja waktu mandi (yang kira-kira menghabiskan waktu hampir 45 menit). jadi begitu liat jam, aku baru nyadar kalo jam menunjukkan jam 6 lebih dan jamnya ENGGAK bohong (mengingat baterenya baru ganti jadi orientasi waktunya masih kacau). walaupun  gitu, aku tetep aja santai. ambil tas asal. masukin buku juga sekenanya.
masalahnya satu. kaos kakiku itemku gak ada. tapi aku tetep nerusin makan dengan santainya walopun mama ngoceh-ngoceh nyuruh aku cepet. mbak juga panik nyari kaos kaki. 
mama : kamu mbangkong ya?
kakak : mmm. benernya sih enggak. jamnya enggak kecepeten sih
mama : ini lo udah jam 6 seperempat. telat kamu nanti
kakak : (slurp slurp)
mami  : belum sikatan juga kakak
mama : yo wes. gak usah sikatan kak. kesuen
kakak : (melotot menatap mama tidak percaya mamanya rela anaknya yang perawan itu jadi kemproh)
abis ini mulai panik aku. mbak blum nemuin kaos kaki. mama ngomel ngomel. lalu aku sikatan dengan kecepatan standar dan sampe aku selese sikatan mbak juga belum nemuin kaos kakiku.
mama : (masuk ke kamarku dan mulai ngubek" lemariku) udah kak, kamu pake kaos kaki yang ini aja (sambil nunjukin kaos kaki yang itu ga tau punya sapa dan ukurannya cuma setengahnya kakiku)
kakak : hah? itu lo gak cukup ma
mama : la terus kamu mau pake apa?
kakak : (dengan terpaksa mengambil kaos kaki)
jadi, aku make kaos kaki di mobil. dan setelah dipake, sumpah KECIL banget
kakak : ma, liat deh. pendek banget
mama : walah iya. ayo ditarik lagi kaos kakinya biar tambah panjang
kakak : ini juga udah pol, ma. lagian aku juga uda biasa pake kaos kaki pendek.
mama : tapi itu kependekan, lo, sayang
kakak : iya ya?
mama : ada yang jual kaos kaki gak di sekolah?
kakak : gak tau
mama : ya udah, gunting aja itu kaos kaki yang depan. biar kakimu bisa maju.
kakak : (terharu punya mama yang sangat CERDAS)
selain mama saya cerdas, beliau juga dikenal sebagai jago ngebut. tidak heran saya sampe ke skolah kurang dari 10 menit padahal kalo santai ya bisa 15 menitan (kayak papa saya :/)
sampe sekolah, duduk di kursi langganan dan merogoh kantong nyari HP buat FB-an. ternyata aku gak bawa  HP :/ yang tak bawa malah cosmogirl. hampa hampa hampa zz
waktu istirahat, entah ada angin apa tiba" si yudis cucunya pak ali nyamperin aku setelah sekian lama. dan seperti biasa, dia mukul-mukul aku gak jelas gitu. 
bingung mau makan apa, akhirnya nemu makanan yang belum pernah ada sebelumnya. gak tau namanya apa, cuma katanya zafira kayak skotel. begitu dimakan, yeyeyek x( isinya ada daging asap, telor krim gak jelas gitu. balik kelas langsung mules zz.
entahlah, hari ini kerasa aneh.

Friday, May 15, 2009

salah ?

aku tau kok kalo menyukai seseorang bukanlah suatu kesalahan. kalaupun itu suatu kesalahan,well, at least itu kesalahan yang manis. tapi kalau kamu menyukai seseorang yang salah apa itu tetep disebut BUKAN suatu kesalahan? tergantung konteks sih benernya. kalo kamu menyukai seseorang yang over-wild, for example dia pake drugs dan kamu disuru buat ikutan, ya itu sebuah kesalahan. buat aku. 
tapi kalau misalnya kamu menyukai seseorang dan ternyata orang itu gak punya perasaan yang sama kayak kamu, mungkin beberapa dari kita bakalan mikir, "oke aku salah uda nyukain dia. ngapain juga aku harus suka ama dia kalo dia gak suka ama aku. aku nyesel udah suka ama dia."
well, jujur aja aku pernah ngrasain yang namanya kayak gitu. seriiing banget malah. lalu aku mikir, benernya orang yang aku sukain itu beruntung bisa aku sukain. belum tentu orang lain menyukai dirinya sebesar rasa sukaku ke dia. lagipula, aku pernah denger pepatah ngomong, lebih baik pernah nyukain seseorang dan kehilangan dia daripada tidak pernah nyukain siapapun. seenggaknya hal-hal itu yang motivasi aku untuk gak pernah nyerah nyari si "the one".
entahlah, patah hati yang kapan hari itu sudah membuatku cukup membuka mata untuk enggak terpaku sama satu cowok aja. dan aku belajar untuk lebih dewasa dari hal itu. sekarang aku lagi suka sama seseorang. seseorang yang menurut teman-temanku sangaaaatlaah jauh dari tipeku. tapi sangatlah bisa diandalkan untuk menjadi orang hebat di lingkungannya.
bentar lagi aku bakal tau dia suka sama sapa. jelas aja aku bakal berharap itu aku yang jadi pengisi hatinya. hanya saja aku gak yakin kalo itu aku mengingat bagaimana perlakuan dia kepadaku akhir-akhir ini. jadi aku sudah nyiapin mental untuk gak nangis selama dua minggu kayak dulu waktu denger kemungkinan terburuk. aku uda janji sama diriku sendiri untuk selalu tersenyum dan tertawa walopun aku denger hal yang gak ngenakin kayak gini. 

Thursday, May 14, 2009

asem manis :)

minggu pertama abis masuk skolah sangaaaaatlah mengejutkan. i mean, banyak hal yang gak terduga jadi. dari yg nyebelin sampe yg nyenengin. dari yg nyebelin dulu aja yaa. tanggal 13 kmaren, aku ikut ujian cambridge mathematic AS level. dari contoh soal yg dikasi ama ma'am wahyu si benernya gak seberapa susah. begitu liat soalnyaaa. . . jeng jeng. kok gini yaa? insya allah 70 % bisa keisi semua dan 60 % aku yakin sama jawabanku. tapi, yg buat aku semakin merasa bodoh adalah AKU LUPA RUMUS LINGKARAN !
padahal bahannya cuma satu buku ini DOANG. padahal soalnya CUMA 11. masi gak bisa juga zz.
ya, ini buku di mana soal ujian cambridge keluar semua dari sini. ironisnya, saya baru buka buku itu seminggu sebelum ujian zz.
aku sekarang cuma bisa berharap yang terbaik aja. mari memikirkan yang sudah di depan. ujian mekanika sama fisika sudah menanti. ya ampun fisika mameen. aku paling gak mudeng tuh. doain bisa yaa :D
oke, skarang aku mau cerita yang bagian nyenengin. jadi yaa, aku lagi suka sama seseorang. di skolahku. pas hari senen ama selasa, kita ngomong cukup banyak walopun gak penting. tapi, pas hari rebo sama kamis, kita cuma bicara dikit huhu :( kayaknya sih dia lagi stres ujiannya itu. yang awalnya aku yakin kalo dia itu anu aku skarang jadi gak yakin gara" hal ini. entah mengapa aku ngerasa kalo dia kayaknya rada gimanaa gitu sama aku. rada ilfeel, mungkin. gak tau knapa.
buat yang uda tau dia yang aku sukain itu sapa, jangan sampe bocor dulu yaa. aku gak mau ntar ada sesuatu yang gak enak antara aku ama dia. buat yang belum tau, bukan berarti aku gak mau ngasi tau. aku benernya juga pengeeeen banget ngasi tau. cuma aku takut kalian agak gimana gitu sama aku. mengingat dia yang aku sukai itu milik kita bersama. 
oh ya, aku gak tau harus gimana ama "seseorang yang aku cemburui". apa dia emang beneran gak suka? aku gak yakin.
special for ze and ghif : iya iya. ntar aku ikutin kok saran kalian. makasih ya :)